Sabtu, 15 Oktober 2011

Pengenalan pada Teori Alien Kuno


Berbagai ahli dari berbagai belahan dunia, dari berbagai bidang ilmu pengetahuan telah sepakat mengeluarkan pernyataan yang sangat mengejutkan, yaitu tentang Teori Alien Kuno (Ancient Aliens Theory) atau Teori Astronot Kuno (Ancient Astronaut Theory) yang pertama kali dicetuskan oleh Erich Von Daniken, dalam bukunya Chariots of the Gods. Yaitu bahwa beratus-ratus, bahkan beribu-ribu tahun yang lalu bumi kita telah sering didatangi oleh makhluk cerdas dari dunia, atau mungkin tepatnya, planet lain. Dan para makhluk cerdas itu tidak hanya sekedar datang berkunjung, mereka diyakini telah ikut mencampuri sejarah manusia di bumi ini.

Apa yang dikemukakan oleh Von Daniken yang juga didukung oleh banyak ahli ini, bukanlah sekedar khayalan belaka. Mereka mendasarkan teori ini pada banyaknya anomali-anomali yang ditemukan pada banyak tempat-tempat bersejarah di bumi ini. Salah satunya adalah Stonehenge di Inggris. Menurut Von Daniken, sangat aneh jika manusia yang hidup pada waktu pembuatan Stonehenge bisa secerdas itu; dari aspek apapun, sangat sulit menyimpulkan bahwa teknologi yang ada saat itu memungkinkan untuk pembangunan Stonehenge, yang terdiri atas bebatuan berat. Belum lagi susunan Stonehenge yang mewakili banyak hal dalam bidang astronomi, susunannya mewakili susunan benda langit di tata surya, yaitu Matahari, Bumi dan Bulan. Dia yakin bahwa ada seseorang atau sesuatu yang punya kecerdasan luar biasa yang membantu manusia dalam membangunnya.

Von Daniken juga mengemukakan, bahwa bukti-bukti kuat juga bisa didapat dari cerita-cerita legenda dan mitos dari berbagai budaya yang tersebar di seluruh daratan bumi. Walaupun para skeptis belum meyakini kebenarannya, namun Von Daniken tertarik pada cerita-cerita ini, karena ditemukan banyak sekali kesamaan satu sama lain, meskipun cerita-cerita tersebut berasal dari budaya-budaya yang sangat berbeda, dan yang paling penting, budaya-budaya tersebut terpisah jauh oleh jarak, sehingga diyakini bahwa tidak mungkin budaya-budaya tersebut saling mempengaruhi, setidaknya pada rentang waktu cerita itu (ribuan tahun yang lalu), karena saat itu belum ditemukan peralatan untuk berkomunikasi satu sama lain seperti yang sering kita gunakan saat ini. Apa yang menyebabkan ada begitu banyak kesamaan? Von Daniken berpendapat bahwa mungkin saja memang cerita-cerita itu berdasar pada kejadian nyata yang nenek moyang kita saksikan beberapa ribu tahun yang lalu. Apa yang mereka saksikan? Itulah letak kesamaan dari cerita-cerita dan mitos tersebut, yaitu bahwa cerita-cerita tersebut sama-sama memiliki unsur adanya seseorang atau sesuatu yang turun dari langit, karena keterbatasan teknologi waktu itu, mereka tidak tahu siapa atau apakah yang turun itu. Dan karena kepercayaan spiritual masih kuat pada saat itu, nenek moyang kita menganggap bahwa yang turun itu adalah dewa yang berasal dari dunia lain. Von Daniken mengatakan bahwa sesungguhnya apa yang terjadi waktu itu adalah adanya makhluk lain yang tidak berasal dari bumi, yang sekarang kita kenal dengan sebutan alien, datang ke bumi dan nenek moyang kita salah mengartikannya sebagai dewa. Dan sejak kedatangan para alien tersebut, mereka melakukan banyak hal dalam kunjungannya, yang entah dengan tujuan untuk membantu makhluk pribumi, yaitu manusia, atau dengan tujuan untuk kepentingan mereka sendiri.

Terlepas dari jejak-jejak peninggalan masa lalu, ada satu peristiwa yang mungkin bisa menjadi analogi tentang apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu. Peristiwa yang dimaksud terjadi pada saat Perang Dunia II masih berlangsung. Tentara Amerika Serikat mendarat dan mendirikan sebuah pangkalan udara di sebuah kepulauan dekat dari Samudera Pasifik.

Para penduduk pribumi yang menyaksikan hal itu dan belum mengenal teknologi seperti itu, menganggap bahwa sebuah burung raksasa atau mungkin dewa entah bagaimana bisa mendarat di pulau mereka dan mengeluarkan manusia dari dalam perutnya.

Mereka menyaksikan rombongan pesawat itu penuh dengan kagum dan mungkin mereka berpikir "Apakah gerangan benda terbang itu?". Mereka sama sekali tak tahu kalau pada saat itu pesawat sudah ditemukan. Namun apapun itu, mereka menyukainya, karena para tentara AS tersebut membagi-bagikan beberapa kargo bawaan mereka yang berisi makanan, secara gratis. Saat perang telah berakhir, para tentara tersebut pergi begitu saja meninggalkan pangkalan tersebut.

Ahli agama setempat pun menganggap bahwa mereka (para tentara) adalah nenek moyang mereka yang telah meninggal dan datang kembali membawakan mereka makanan. Senang dengan hal tersebut, para penduduk lokal pun mulai melakukan pemujaan dengan membuat pesawat tiruan sebisa yang mereka mampu dari bahan kayu sambil berharap mereka akan datang kembali membawa makanan.

Hal serupa pernah terjadi saat Christopher Columbus, seorang penjelajah, pertama kali menjejakkan kakinya di benua Amerika. Penduduk pribumi yaitu Indian yang masih primitif bahkan menganggap Columbus dan para awak kapalnya adalah dewa yang datang dari dunia lain. Columbus lantas menyanggah anggapan mereka dan berkata "Tidak. Kami bukanlah dewa. Kami hanyalah penjelajah dari seberang lautan".


Bukankah peristiwa-peristiwa seperti ini bisa saja adalah peristiwa-peristiwa yang sebenarnya terjadi di masa lalu, dan nenek moyang kita menyalahartikan para alien yang datang sebagai dewa?

Penjelasan-penjelasan seperti inilah yang akan saya uraikan dalam blog ini. Dengan topik-topik yang menyangkut pembahasan tentang bukti-bukti kedatangan extra-terrestrial ke bumi seperti apa yang diutarakan oleh pencetus ide ini, dan juga para ilmuwan-ilmuwan lain yang mendukungnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar